Kembali di Akui, Kontraktor diduga Suap Kasi Intel, “SS di Periksa Jaksa atas Masalah Proyek Rp. 3 Miliar”

  • Bagikan

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
SS yang merekam dan menjadi Sumber Pemberitaan media ini terkait aksi Kontraktor SH alias Sony yang mengaku menyuap kasi Intel Kejaksaan Negeri Rote Ndao senilai Rp. 100 Juta mengajukan Tanggapan (Klarifikasi) Kepada Redaksi Sindo-NTT.id via Pesan WhatsApp, Minggu (24/07/2022) sekitar pukul 11.09 wita

Dalam tanggapan (klarifikasi) itu, pada poin kesatu dan kedua SS kembali mengakui kalau dalam pertemuannya dengan SH alias Sony dan YD di rumahnya SS pada waktu itu kontraktor Sony bercerita tentang banyak hal sebagaimana yang sudah diketahui publik lewat pemberitaan beberapa waktu lalu yakni terkait pemberitaan tentang oknum kontraktor diduga suap kasi Intel Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Bunyi Tanggapan dari SS yakni : “Terkait pemberitaan di Sindo NTT dan beberapa media online lainnya dengan judul “Benar, Kontraktur Sony mengaku Suap Kasi Intel kejaksaan Negeri Rote Ndao Rp. 100 juta, dimana disitu dikatakan SS yang menjadi sumber pemberitaan, maka dapat saya tanggapi sebagai berikut

1. Memang betul waktu itu kontraktor Sony Henuk (SH) melakukan pembicaraan dengan saya disaksikan oleh YD, namun semua pernyataan saudra SH waktu itu adalah suasana bercerita sesama teman yang isi kebenarannya hanya SH yang tahu, sekali lagi isi kebenarannya hanya SH yang tau

2. Terkait angka 1 diatas perlu saya sampaikan bahwa pada saat itu sekitar bulan mei 2022, saya dalam keadaan tekanan terkait pemeriksaan dari kejaksaan, oleh sebab itu saya mengundang saudara SH sebagai seorang senior dan teman ke rumah saya untuk bertukar pikiran bagaimana mencari jalan keluarnya dan selanjutnya saudara SH menceritakan banyak hal sebagaimana saudara-saudara sudah tahu dan beritakan sebelumnya
Selanjutnya seperti disampaikan saudara SH beberapa hari yang lalu bahwa semua itu tidak benar yaitu dia tidak pernah menyerahkan uang rp. 100 juta kepada Kasi Intel

3. Terkait pembicaraan dirumah saya pada malam hari tanggal 20 Juli 2022, waktu itu saya tahu saudara Nadus Saduk merekam pembicaraan saya tanpa ijin namun saya sengaja tidak melarang karena saya tahu sebagian besar dari apa yang saya katakan adalah pernyataan sambil lalu dan tidak mempunyai arti apa-apa, tidak bersungguh-sungguh dan semata-mata menjalin keakraban”

Foto : Surat Tanggapan (Klarifikasi) dari SS

 

Dalam rekaman wawancara Wartawan dengan SS pada Rabu, 20 Juli 2022 mengatakan sekitar bulan Mei 2021 dirinya dalam keadaan tekanan dikarenakan sementara di panggil oleh Kasi Intel dan beberapa kali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Rote Ndao terkait masalah proyek Embung di Tahun 2019 Senilai Rp. 3 Miliar

“Sebenarnya saya lakukan itu karena waktu itu saya sementara juga di periksa, maka itu saya mau cari itu satu punk kelemahan ada dimana, ini juga atas petunjuk rekannya baju coklat, meraka yang kasitau saya caranya begini, itu terkait beta dengan bapak wakil pi lokasi yang di Rote Tengah di suebela yang ada embung jebol itu, itu kan bencana, kita punya proyek tahun 2019, dia punya penahan itu jebol, proyek Rp. 3 miliar, saya waktu PPK, meraka masalah tugas juga mungkin karena apa, sudah dikasitau bahwa itu bencana tapi itu bersamaan dengan kasusnya ini yang dia minta kontrak ini di bina marga jalan jembatan dia minta di kami punya dia sengaja cari dosa supaya dia periksa kami, kalau di bina marga punya kasi itu maka dia tidak periksa, pertama kita pikir biasa-biasa saja, tapi sudah di panggil sampai dua tiga kali, saya sudah rasa gejalanya tidak enak, orang ini sebenarnya maunya apa, kalau dia mau itu ya sudah kita selesaikan, jadi saya konsultasi denga kasi pidsus yang sudah pindah di ke maluku, jadi dia kasi saran begitu dengar-dengar ada kasi uang, saya bilang tidak ada bukti tapi tanya itu orang-orang yang terlibat, rekam aja. Jadi saya ikut saja, kita bertemu di sini tahun 2021 setelah seroja bulan april maka sekitar bulan mei, iya benar SH cerita kasi uang rp 100 juta ke kasi intel, ini maksudnya untuk mau hajar pak kasi intel, Benar Sony Henukh yang omong ada kasih uang Rp 100 juta ke Pak Kasi Intel. dia cerita, serahkan uang ke kasi intel Rp 100 juta,”  Ujar SS

Baca Juga:  Desa Mundek Cairkan Bantuan Seroja Senilai Rp. 615 Juta

Seperti di beritakan sebelumnya dengan judul “Benar, Sony mengakui suap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rote Ndao Rp.100 Juta”

SS  yang menjadi sumber pemberitaan Media ini terkait “Suap Kasi Intel” membenarkan kasus Sony Henuk Oknum Kontraktor di Kabupaten Rote Ndao yang melakukan aksi Suap Kasi Intel Oknum Penegak Hukum di Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

Pembenaran soal Suap Kasi Intel ini diakui SS saat dikonfirmasi  hari ini Rabu ( 20/ 7/2022) sekitar Pukul 19:40 malam tadi.

Kepada Sindo-NTT.id, SS menjelaskan, pengakuan Sony Henuk dalam aksi suap tersebut disampaikan oleh Sony Henukh sendiri dirumah SS sekitar bulan Mei 2021 yang lalu.

Menurut SS saat Sony Henukh membongkar aksi Suap Kasi Intel selain didengar dan disaksikan oleh dirinya, penyempaian Sony Henukh turut didengar oleh rekannya berinisial YD yang juga saat itu bersama sama bertamu di rumah SS.

“Benar Sony Henukh yang omong ada kasih uang Rp 100 juta ke Pak Kasi Intel. dia cerita , serahkan  uang ke kasi intel Rp 100 juta,”  Ujar SS

Selanjutnya, menurut SS Setelah masalah ini mencuak ada sejumlah pihak yang menghubungi dirinya untuk memastikan dirinya merekam pengakuan Sony Henukh namun sejauh ini dirinya masih mengelak untuk memberi jawaban.

“Sudah langsung ketahuan siapa yang rekam itu, karena  posisi bahasa itu hanya saya disitu jadi langsung ditanya, sejauh ini saya masih menyangkal bukan saya, tapi orang sudah tau, orang seperti pak Soni Henukh,  Tadi dia masih  telepon saya, Kaka itu hari yang saya omong ada rekam ko, dia mau ketemu dengan saya tapi masih ke Rote Timur,” Kata SS saat ditemui Sindo-NTT.id ini malam tadi.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Budi Narsanto, S.H, yang hendak dikonfirmasi Di Kantor Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Rabu (20/7/2022), Sekitar Pukul 11.14 Wita. Namun tidak bisa ditemui karena sedang Vicom.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Rore Ndao Marthen Hailitik, S.H. Kalau Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Budi Narsanto, S.H untuk hari ini tidak bisa ditemui karena mengikuti Zoom.

“Pak Kejari untuk hari ini tidak bisa ditemui karena mengikuti Zoom, Pak Kejari ada Vicom jadi sonde bisa keluar, pak Kasi Intel sementara dikupang. Ketong punya SOP kalau bukan Kejari maka Kasi intel” ujar  Marthen Hailitik, S.H.

Diduga Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima Uang Suap sebesar Rp. 100 Juta dari oknum kontraktor SH alias Sony.

terbongkarnya dugaan suap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rote Ndao, AF oleh seorang kontraktor di Kabupaten Rote Ndao (SH) alias Sony  dari rekaman pengakuan soal Kasi Intel AF menerima suap dari SH yang berhasil diperoleh Media ini dari sumber terpercaya.

Dalam rekaman tersebut,  Kontraktor SH menjelaskan kronologi terjadinya kasus dugaan Suap ini berawal dari dirinya di panggil oleh AF sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rote Ndao dengan alasan untuk diperiksa terkait dengan pekerjaan Proyek.

Baca Juga:  Polres Rote Ndao Pastikan Lidik Kasus Penipuan dengan Pelapor Elifas

SH kemudian memenuhi panggilan pertama dengan menemui AF diruang kerjanya, saat itu AF meminta Suap sebesar Rp. 400 Juta lalu SH tawar Rp 50 Juta namun AF menolak.

“ Beta (saya) tawar 50 juta.  Beta bilang nanti kalau ini tahun beta dapat berkat dulu baru beta tambah sedikit.  Dia (Kasi Intel) bilang kamu pasti dapat, tidak mungkin kamu tidak dapat. itu  tidak mungkin “ Ujar SH mengulang percakapan dengan AF sesuai rekaman.

Menurut SH, setelah pertemuan itu dirinya titip uang sebesar Rp 25 Juta melalui sopir Kajari untuk diserahkan kepada AF namun saat itu AF tetap menolak.

Selanjutnya AF. Kata SH, janji lagi waktu menemuinya dan tidak boleh lagi  Via sopir. “ Beta kasih pertama Rp.25 juta suruh adik yang antar tapi dia sonde mau. Abis itu dia mulai minta lagi awalnya Rp. 400 juta tapi beta bisanya Rp.100 Juta. Dia minta  itu sonde boleh liwat adik lagi”.

Jelas SH dalam rekaman tersebut, AF meminta suap sebesar Rp. 400 Juta tetapi yang saya bawah itu sebesar Rp. 100 Juta dan saat diserahkan AF mengatakan kepada SH semoga diterima oleh atasan.

“ Dia mintanya  400 juta  tapi beta kasih 100 juta saja. Awalnya beta kasih 100 dia bilang semoga bawah ke atas dia terima “ Ucap SH mengulangi ucapan AF

Selanjutnya. Dalam rekaman tersebut SH juga menjelaskan, cara membawah uang suap kepada AF. Kata SH sesuai petunjuk AF.  Yakni saat menemui AF diruangannya Ia disuguhkan dengan Biscuit dan air, saat makan Ia diajarkan oleh AF kalau saat datang membawa uang menggunakan wadah kemasan belek Biscuit Gong guan dan membawa buah, kebetulan saat itu bertepatan dengan bulan Puasa sehingga terkesan antar buah dan biscuit untuk buka puasa.

“ Dia (AF) bilang kamu bawah datang cari wadahnya begini taruh di dalam dengan bawah buah.  Jadi beta beli bawah kelapa muda dua buah. saat Beta bawah ke dalam dia pung teman dong Tanya bawah apa om, beta bilang bawah kelapa muda. Beta taruh belek diluar berisi uang seratus juta.  Uang Rp 50 000 semua. Beta  bawah  dengan plastik transparan  seolah-olah  bawah biscuit dan kelapa muda, kan mau buka puasa”   Ungkap SH.

Selain itu, menurut SH saat masih dirumahnya waktu mengisi uang kedalam kemasan biscuit anaknya mengambil Video hingga berangkat mengantar uang tersebut kepada AF di Kantor Kejaksaan Negeri Rote Ndao terekam Videonya.

“ Beta dari rumah waktu isi uang dan bawah uang itu beta pung anak Video.  Beta dari rumah sampai di kantor Dewan dan sampai di Kejaksaan dong video dari kantor dewan. Polisi su tepa (sudah tunggu) memang di kantor dewan. Robi yang ikut beta dari belakang, itu tas, itu belek dong difoto dan beta juga  foto itu buku tamu,  buat apa lu (kamu) panggil beta ke situ, b takut nanti dong robek buang to ” Tutur SH.

Kemudian kata SH, saat menyerahkan uang AF sempat bertanya padanya siapa saja yang mengetahui rencana dan tindakan suap tersebut. Ia mengatakan, yang mengetahui hal tersebut adalah adik dan istrinya.

AF kemudian  lalu dengan nada terkesan menjamin kalau hal suap ini terbongkar maka dirinya akan mengembalikan tiga kali lipat.

Baca Juga:  Dirjen Sekolah Dasar Sosialisasikan "Program Kejar Mutu" Untuk 10 Sekolah Di Rote Ndao

“ Dia Tanya beta siapa yang tahu lu (kamu) mau ini, beta bilang adik dengan istri. Adik tahunya seperti apa ? Tanya AF. Cuma tahu beta kordinasi dengan pak tapi tidak tahu jumlah uang.  Kalau isrti ? tahu pak masa uang begitu banyak ? Cuma isrti saya di sawah saja tidak bisa cerita dengan siapa siapa. Dia bilang kalau sampai ada orang yang tahu saya kembalikan tiga kali lipat.” Tuturan percakapan AF dan SH sesuai rekaman.

SH alias Sony terkait rekaman dugaan suap ini, Crew Media telah berusaha untuk mengkonfirmasinya sejak 5 Juli 2022 dengan mendatangi kediamannya beberapa kali namun tidak berhasil di konfirmasi karena tidak berada ditempat,

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Rote Ndao AF yang dikonfirmasi Crew Media di Kejaksanaan Negeri Rote Ndao hari ini Senin (18/7/2022) Pukul 12:44 Wita. Ia mengatakan, Terkait tupoksi sebagai Kasi intel insya Allah selama di Rote Ndao Ia jaga betul  tetapi masalah diluar seperti apa silahkan kalau ada yang mengaku dirinya terkait  Suap Ia siap dan pasti bertanggung jawab atas perbuatannya

AF mengakui pertemuannya dengan sejumlah pihak dari pemerintah daerah dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan Tahun 2021 dengan tujuan  preventif dan konsultasi sesuai tupoksi tetapi dalam Monev tidak ada pihak Kontraktor.

Kata AF. Khususnya Terhadap proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan pada tahun anggaran berjalan, pihaknya  tidak dibolehkan untuk  memanggil secara resmi kontraktor, harus menunggu hingga habis pemeliharaan sesuai SOP Kejaksaan.

“Khususnya Terhadap proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan di tahun anggaran yang berjalan di kami itu tidak boleh dipanggil kontraktor secara resmi. Proses sementara berjalan nggak boleh dipanggil lho ditungguh hingga habis masa pemeliharaan karena di SOP kami seperti itu” Ujar Kasi Intel.

Untuk Monev tidak ada pemanggilan terhadap kontraktor tapi langsung turun lapangan. Kalau ada pengakuan kontraktor yang dipanggil Kejaksaan, Ya Silahkan kalau orangnya ngomong seperti itu. Tambahnya.

Menjawab pertanyaan Crew Media. Saoal pengakuan AF terkait Monev pihaknya hanya dengan pemerintah. Itu terkait komunikasi dan dalam rangka perbaikan tetapi mengapa kontraktor SH alias Sony dipanggil ? Ia mengatakan, Bukan SH saja yang dipanggil tetapi banyak untuk tujuan mengecek. “ Bukan pak Sony saja banyak dong, Boleh dong saya ngecek kan preventif ” Katanya

Selanjutnya AF mengakui adanya pertemuan  anatara dirinya dengan kontraktor SH alias Sony

Di ruang kerjanya Bapak  Pernahkah  ada pertemuan dengan SH,  Itu dalam rangkah apa.?  Sony. ya pernah. Ya terkait komunikasi  untuk perbaikan pak. Jawab AF

Kemudian soal Pernahkah menerima uang dari SH.? AF membantah. Katanya Tidak pernah “ Nggak pernah. Benar !?” Ucapnya.

Sementara kembali ditanyakan Soal permintaannya kepada SH alias Sony uang sebanyak Rp 400 juta dan menurut SH dia bertemu AF kemudian menyerahkan uang hanya sebesar Rp.100 juta. AF kembali membantah dan meminta SH melaporkannya ke Atasan jika itu benar.

“ O silahkan om. Kalau benar benar  seperti itu. adukan saja saya ke  Kajati dan Jaksa pengawas untuk diperiksa. itu saran saya laporin saya. Saya siap kalau menurut pimpinan dan penilaian pemeriksaan  saya salah saya jentelmen pak. Saya dipecatpun saya siap om kalau saya menerima ya kalau saya menerima.”

Intinya saya bertanggungjawab kalau memang om Sony keberatan silahkan laporin saja ke Kajati dan Kajagung. jika saya salah menjalankan tupoksi, saya siap menjalankan apapun putusannya.  Saya pertaruhkan jabatan saya. saya siap.  Kalau pak Sony bilang gitu silahkan laporin saya.  Ujarnya. (Tim/Nasa)

  • Bagikan