Pergi Sadap Lontar, Warga Lidor Ditemukan Tidak Bernyawa Di Kebun

  • Bagikan

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
warga Lidor Kecamatan Loaholu kembali dikagetkan dengan penemuan Mayat di dalam kebun milik Ari Giri di RT.014/ RW 007 Dusun Oeine Desa Lidor Kec Loaholu Pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2022, sekitar pukul 13.30 wita.

Uraian Lengkap Pres rilis dari Kasubag Humas Polres Rote Ndao AIPTU Anam Nurcahyo, S.IP yang di terima Sindo-NTT.id pada hari Kamis (11/08/2022)

Identitas Korban
Nama : Benyamin Laning, tempat tanggal lahir di Oeine, 15 Mei 1950, jenis kelamin laki- laki, pekerjaan Tani, agama Kristen Protestan, status Menikah alamat RT.014/ RW.007 Dusun Oeine Desa Lidor Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao

Saksi- saksi:
1. Sadrak Giri, laki-laki, agama Kristen protestan, umur 54 tahun, alamat Dusun Oeine Desa Lidor Kec Loaholu.

3. Seni Laning ( anak korban), jenis kelamin perempuan, status menikah, agama Kristen protestan, umur 34 tahun alamat RT.014/ RW.007 Dusun Oeine Desa Lidor Kec Loaholu.

3. Yorhan Abraham Henukh, jenis kelamin laki-laki, tani, status menikah, pekerjaan petani alamat Rt.014/Rw.007 Dusun Oeine Desa Lidor Kec Loaholu Kab Rote Ndao.

Baca Juga:  Rawan Pencurian, Warga Desa Oebela Hibahkan Tanah Kepada Kapolres Rote Ndao, Bangun Polsek Laoholu

Fakta- Fakta :

1. Pada hari ini Rabu tanggal 10 Agustus 2022, sekitar jam 13.00 WITA, korban membakar sema-semak di dalam kebun yang berada di depan rumah.

2. Sekitar jam 15 .00 Wita, Saksi Sandrak Giri, pergi menyadap pohon lontar dengan berjalan kaki melewati kebun yang terbakar dan melihat korban dalam posisi terlentang dalam kebun yang terbakar yang berjarak dari jalan raya sekitar 4 meter dari korban lalu saksi pergi memanggil anak korban di rumah korban yang berjarak dari TKP -+ 150 meter, Sandrak Giri kembali bersama- sama anak korban dan suaminya bernama Yorhan Abraham Henukh berjalan menuju ke TKP dan warga pun berdatangan ke TKP.

3. Sekitar pukul 15.14.wita, saksi Yorhan A. Henuk menelpon saksi Darson Molle untuk menyampaikan bahwa Bapak Min ( korban ) ada meninggal di dalam kebun.

4. Sekitar pukul 15.41 wita, saksi Darson Molle melaporkan kejadian tersebut kepada Kepada Desa Lidor.

Baca Juga:  Tunduk Pada Perbup, Desa Mundek Segera Terbit Aturan Wajib Tanam Pohon Bagi Pengantin Baru

5. Pada pukul 15.50 WITA, Kepala Lidor Agustinus Ello melaporkan ke anggota Bhabinkamtibmas Lidor guna menyampaikan kejadian tersebut sebut.

6. Pada pukul 16.30 Kapolsek Rote Barat Laut IPTU FRITD O. MATLY bersama 4 anggota Polsek tiba di TKP dan langsung di pasang police Line.

7. Sekitar pukul 18.05 anggota idenfikasi Polres Rote Ndao yang di pimpin pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rote Ndao IPTU YENI SETIONO, S.H. dan petugas medis dari Puskesmas Oelaba atas nama Jefri Adu, A.Md.Kep, Wandra Luik, A.Md.Kep.
datang langsung lakukan olah TKP.
dan di lakukan pemeriksaan mayat korban.

8. Pukul 18.40 WITA Olah TKP telah selesai, dan pukul 16.45. Jenasah korban di evakuasi ke RSUD Baa dengan mengunakan mobil ambulance Puskesmas Oelaba guna di lakukan visum Etrepertum mayat.

9. Pada pukul 19.00 wita, Jenasah korban tiba di RSUD Baa, dan di lakukan periksaan mayat oleh dr. Rina Patola

10. Pada pukul 22.30 wita Jenasah korban tiba kembali di rumah Duka dusun Oeine Desa Lidor Kecamatan Loaholu.

Baca Juga:  Atas Permintaan Polres Balerang, Kasat Reskrim Polres Alor Berhasil Tangkap Pelaku Percabulan

Catatan:
1. Korban memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi

2. Sekitar jam 12.30 wita, Saksi Rido Ello pergi ke rumah saksi Nona Molle dan melewati depan rumah korban dengan posisi korban masih berbaring di bangku yang didepan rumah, saksi masih tegur dan saat itu korban belum membakar rumput di sawah miliknya

3. Pada saat korban di temukan oleh saksi Sadrak Giri korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

4. Pada pemeriksaan medis pada tubuh korban terdapat luka bakar di bagian punggung belakang korban, bekas luka bakar pada siku kanan dan kiri, luka bakar pada telapak tangan kiri

5. Dengan adanya kematian korban Benyamin Laning dari pihak keluarga menerima sebagai takdir dari yang maha kuasa, sehingga dari pihak keluarga pun bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis untuk tidak di lakukan proses penyelidikan maupun penyidikan oleh pihak Kepolisian,
(Nasa)

  • Bagikan