Polres Rote Ndao Resmi Periksa 6 Orang Saksi Kasus Penculikan Perempuan

  • Bagikan

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Polres Rote Ndao terus mendalami Kasus Penculikan seorang Perempuan yang di Laporkan oleh Kordinator Maneleo suku Luna Vando Arkhimes Molle, S.Th.,SH.,MH pada tanggal, 08 Juli 2022

Untuk membuktikan benar atau tidak terjadinya kasus penculikan tersebut, Penyidik telah memeriksa 6 orang saksi yang diduga terlibat

“Sudah BAP 6 saksi termasuk saksi korban dan terlapor,” Kata Kasubag Humas Polres Rote Ndao AIPTU Anam Nurcahyo, S.IP Kepada Sindo-NTT, Selasa (02/08/2022)

Baca Juga:  Petrus Pelle Siap Maju Wakil Bupati, Dampingi Paulus Henuk Di Pilkada Rote Ndao 2024

Dikatakan AIPTU Anam Selanjutnya Polres Rote Ndao akan menggelar Perkara untuk menentukan apakah kasus ini memenuhi unsur atau tidak

“Sementara semua diperiksa sebagai saksi, nanti akan dilakukan gelar perkara, untuk menentukan kasus ini apakah akan dinaikkan ke penyidikan atau belum,” Ujar Anam

Sesuai dengan surat tanda terima Laporan Polisi nomor : LP/B/46/VII/2022/SPKT/POLRES ROTE NDAO/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, Tanggal, 08 Juli 2022

Yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut adalah Olfin Amalo yang diduga menculik seorang perempuan berinisial “RH” di Rumah Pelapor Arkhimes Molle di Keluruhan Metina Kecamatan Lobalain pada tanggal, 03 Mei 2022 sekitar pukul 05.00 Wita

Baca Juga:  Diduga Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Rote Ndao Terima Suap Rp 100 Juta Dari Kontraktor

Kasus tersebut sesuai rumusan pasal 328 KUHP “Barangsiapa melarikan orang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara, dengan maksud melawan hak akan membawa orang itu dibawah kekuasaan sendiri atau dibawah kekuasaan orang lain atau akan menjadikan dia jatuh terlantar, dihukum karena melarikan (menculik) orang, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun,”

Baca Juga:  Konsolidasi Pelabuhan Tenau untuk Tingkatkan Perekonomian Daerah dan Pusat

Sebagaimana diketahui sebelum kasus tersebut dilaporkan ke Polres Rote Ndao sempat terjadi pertemuan di Kota Kupang Antara Raja Termanu Vico Amalo dan maneleo Kordinator Suku Luna Vando Arkhimes Molle, namun sayangnya pertemuan itu mengalami jalan buntu dikarenakan Raja Vico Amalo tidak tepati janjinya untuk menyelesaikan kasus itu, (Nasa)

  • Bagikan